Laskarmalaka.com || Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, menerapkan Sistem Pelayanan Triase Responsif (SITARA) di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Melalui sistem tersebut, pasien yang datang ke IGD tidak dilayani berdasarkan urutan kedatangan. Prioritas pelayanan ditentukan berdasarkan tingkat kegawatan kondisi medis pasien.
Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, FISQua, mengatakan penerapan sistem triase di IGD bukan hal baru bagi rumah sakit tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk itu, masyarakat bisa tahu bahwa di IGD itu dilayani bukan berdasarkan urutan kedatangan, tetapi urutan kegawatan kondisi,” ujar Oktelin saat dikonfirmasi Timornesia, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan, setiap pasien yang datang ke IGD terlebih dahulu menjalani proses triase. Petugas kemudian menentukan kategori kegawatan untuk menetapkan prioritas penanganan.
“Setiap pasien yang datang ke IGD akan melalui proses triase terlebih dahulu agar kami dapat menentukan prioritas pelayanan. Pasien tidak dilayani berdasarkan urutan kedatangan, tetapi berdasarkan tingkat kegawatan kondisi,” katanya.
Empat kategori triase
Oktelin menjelaskan, SITARA menggunakan empat kategori triase, yakni merah, kuning, hijau, dan hitam.
Triase merah diberikan kepada pasien dalam kondisi gawat darurat yang membutuhkan tindakan medis segera untuk menyelamatkan nyawa.
Sementara itu, triase kuning diperuntukkan bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat, tetapi kondisi medisnya masih relatif stabil.
Adapun triase hijau diberikan kepada pasien dengan kondisi yang tidak termasuk gawat darurat. Pasien dalam kategori ini dapat menunggu pelayanan sesuai antrean.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















