“Kami ingin memastikan seluruh proses pelayanan, termasuk pengelolaan limbah, dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk pengangkutan limbah medis, RSUPP Betun bekerja sama dengan pihak ketiga yang berasal dari Kupang. Setiap hari, rumah sakit melakukan penimbangan sampah medis sebelum diangkut ke tempat pengolahan akhir.
“Kalau volumenya sudah mencapai dua ton, kami langsung menghubungi pihak ketiga untuk melakukan pengangkutan. Biasanya mereka datang setiap dua hingga tiga bulan sekali karena produksi sampah medis di rumah sakit ini sekitar 50 kilogram per hari,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ke depan, RSUPP Betun berkomitmen terus melakukan inovasi dan pembenahan demi menghadirkan layanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berwawasan lingkungan bagi masyarakat Kabupaten Malaka dan wilayah perbatasan sekitarnya.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















