“Tim dokter juga kami bagi agar pelayanan di rumah sakit tetap berjalan normal. Dari empat dokter kandungan, dua bertugas di lokasi baksos dan dua tetap di rumah sakit. Dokter bedah juga standby di kedua tempat,” jelasnya.
Menariknya, seluruh pendanaan kegiatan berasal dari swadaya 610 staf RSUPP Betun melalui iuran rutin bulanan koperasi pegawai. Dana tersebut dihimpun dari penyisihan jasa medis dan uang operasi para pegawai.
Besaran iuran bervariasi, mulai dari Rp50 ribu bagi staf manajemen dan dokter umum, Rp100 ribu untuk dokter spesialis, hingga Rp10 ribu bagi staf lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain layanan medis, RSUPP Betun turut membagikan paket sembako berupa beras, minyak goreng, telur, dan gula kepada 218 kepala keluarga terdampak banjir. Anak-anak juga menerima bantuan susu, pakaian layak pakai, dan mainan hasil sumbangan para staf rumah sakit.
Dr. Oktelin mengatakan program sosial tersebut sebenarnya pernah dijalankan saat dirinya menjabat direktur pada periode pertama kepemimpinan Bupati SBS-DA tahun 2019 di Desa Naisau. Namun program sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 dan masa transisi kepemimpinan.
“Setelah kembali menjabat sebagai Direktur, saya menginisiasi kembali kegiatan ini. Saya ingin keberadaan RSUPP Betun dengan 18 dokter spesialis dan total 610 staf benar-benar memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat Malaka,” pungkasnya.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















