Ia menjelaskan bahwa program tersebut akan didampingi oleh RSUP Ngoerah Denpasar sebagai salah satu rumah sakit rujukan terbesar di wilayah Indonesia Timur. Pendampingan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus melengkapi kebutuhan peralatan medis di RSUPP Betun.
Selama ini, pasien di Kabupaten Malaka kerap harus dirujuk ke ibu kota provinsi dengan waktu tempuh sekitar enam jam. Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi pasien, terutama dalam kasus-kasus darurat seperti kanker dan penyakit kronis lainnya.
“Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui program pengampuhan tersebut, RSUPP Betun ditargetkan dapat berkembang menjadi rumah sakit yang lebih mandiri dan mampu menangani berbagai kasus penyakit secara optimal, khususnya kanker.
Di akhir keterangannya, Oktelin menyampaikan apresiasi kepada RSUP Ngoerah Denpasar atas dukungan dan pendampingan yang diberikan dalam pengembangan layanan kesehatan di RSUPP Betun.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan ini. Semoga kolaborasi ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Malaka,” pungkasnya.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















