Menurutnya, secara kasat mata ada bagian yang terlihat bagus, namun ada pula yang kualitasnya dinilai kurang. Ia mengakui dirinya bukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), tetapi sebagai pemerintah desa sekaligus masyarakat, pihaknya merasa berhak menyampaikan kondisi riil di lapangan.
“Kami minta pemerintah pusat dan PPK yang menangani pekerjaan ini datang dan mengecek langsung. Jangan menunggu masa pemeliharaan baru turun ke lapangan. Seharusnya pengawasan dilakukan sejak sekarang,” ujarnya.
Lodo juga mengajak semua pihak untuk melihat langsung kondisi pekerjaan minor pada ruas jalan Umasukaer–Balibo, khususnya yang berada di wilayah Desa Kateri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah desa menerima masukan dari para pemuda setempat. Mereka berencana menyurati pemerintah pusat terkait penyelesaian pekerjaan proyek tersebut, sekaligus meminta pandangan pemerintah desa mengenai langkah itu.
“Kami sebagai pemerintah desa sekaligus masyarakat yang menikmati hasil pembangunan ini berhak untuk tahu. Jangan sampai pekerjaan pemerintah dilaksanakan, tetapi masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas,” ucapnya.
Sebagai informasi, proyek pelebaran dan pengaspalan jalan Umasukaer–Balibo di Kabupaten Malaka ini dikerjakan oleh PT Bahagia Timor Mandiri dengan alokasi anggaran sebesar Rp20,42 miliar yang bersumber dari APBN.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















