Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, meskipun belum memenuhi syarat administratif, hak pendidikan anak-anak tetap harus dipenuhi.
Sebagai langkah konkret, disepakati bahwa kegiatan belajar mengajar untuk sementara waktu akan dipindahkan ke gedung PAUD di dalam kampung agar siswa dapat belajar di tempat yang lebih aman dan layak.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Malaka bersama pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat akan bergotong royong membangun gedung sekolah yang lebih representatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam waktu dekat kita bergotong royong. Pemerintah hadir, masyarakat terlibat. Ini solusi terbaik yang bisa kita lakukan bersama,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Malaka juga berkomitmen untuk mencari solusi berkelanjutan, termasuk terkait ketersediaan tenaga pengajar serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah terpencil.
Langkah ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap sektor pendidikan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah terpencil seperti Dusun Nekto tempat di mana satu guru dan ruang sederhana selama ini menjaga mimpi anak-anak agar tetap hidup.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















