“Dalam satu bulan itu kami bisa beli solar di SPBU sebanyak 600 liter untuk satu kapal. Kalau sejauh ini sangat cukup untuk kami pakai melaut selama sebulan,” katanya.
Ia menyebut, kapal miliknya rata-rata menghabiskan sekitar 105 liter solar untuk sekali melaut, meski bahan bakar itu tidak selalu habis digunakan.
Selain menghadapi cuaca buruk dan ombak besar, nelayan juga kerap mengalami kendala mesin kapal saat berada di tengah laut. Namun, mereka mengaku belum pernah mengalami kehabisan BBM di laut karena selalu memastikan stok bahan bakar sebelum berangkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau kehabisan BBM di tengah laut itu kami belum pernah alami. Karena sebelum masuk melaut kita pastikan dulu stok BBM,” ujarnya.
Filmon menambahkan, kemajuan teknologi komunikasi turut membantu para nelayan ketika menghadapi kendala di laut, terutama saat mesin kapal mengalami kerusakan.
“Kalau mesin tiba-tiba rusak dan mati di tengah laut itu kita biasa panik juga. Tapi sekarang kan kita pakai HP, jadi biasa langsung kontak teman-teman untuk masuk bantu kita,” katanya.
Menurut dia, wilayah tangkapan ikan yang biasa didatangi nelayan setempat masih berada dalam jangkauan jaringan telekomunikasi sehingga komunikasi darurat tetap bisa dilakukan saat terjadi masalah di laut.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















