Untuk itu, peringatan tahun ini tidak hanya berlangsung secara seremonial. Sejumlah intervensi langsung dilakukan, seperti simulasi edukasi, penyuluhan, hingga konsultasi terbuka terkait HIV.
“Kami ingin masyarakat merasa aman untuk bertanya dan mencari tahu. Pencegahan hanya bisa berhasil jika masyarakat terlibat,” kata Alfons.
KPA Malaka berharap, rangkaian kegiatan ini dapat mendorong masyarakat lebih berani memeriksakan diri dan menepis stigma terhadap orang dengan HIV. Edukasi yang berkelanjutan disebut sebagai kunci untuk memutus mata rantai penularan serta memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang layak.**
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















