Laskarmalaka.com || Penanganan Tuberkolosis (TBC) di Kabupaten Malaka masih menghadapi tantangan signifikan. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Hingga akhir tahun 2025 menunjukkan, dari target nasional 656 kasus TBC, baru 321 kasus yang ditemukan atau sekitar 49 persen.
Lebih mengkhawatirkan, dari 321 pasien, terdapat empat pasien dengan resistensi obat (RO), atau kuman TBC yang kebal terhadap obat lini pertama. Kasus RO tersebar di tiga fasilitas pelayanan kesehatan, dengan dua pasien dirawat di RSUPP Betun, dan masing-masing satu pasien di Puskesmas Kaputu dan Alkani.
“Kasus TBC ini masih ada dan kita terus melakukan upaya deteksi dini. Namun, kasus RO perlu perhatian khusus karena pengobatannya lebih rumit dan memerlukan perawatan intensif,” ujar Wilfrida M. Ukat, Kepala Bidang P2P Dinkes Malaka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















