Laskarmalaka.com || Tingginya kasus kematian ibu akibat perdarahan pasca melahirkan mendorong para dokter spesialis kandungan di Kabupaten Malaka bergerak cepat membekali bidan dengan keterampilan penanganan kegawatdaruratan persalinan. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui workshop kesehatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Malaka, Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Minggu (10/5/2026).
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Dionisius Christian Bria Seran atau yang akrab disapa dr. Dion menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya bidan di Puskesmas, menjadi langkah penting untuk menekan angka kematian ibu melahirkan di wilayah perbatasan.
Menurutnya, workshop kesehatan perlu dilakukan secara rutin karena perkembangan ilmu dan metode penanganan medis terus berubah dari waktu ke waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam satu tahun seharusnya kegiatan seperti ini dilakukan lebih dari dua kali karena ilmu kedokteran terus berkembang dan perlu di-update,” ujarnya.
Workshop tersebut difokuskan pada penanganan perdarahan pasca melahirkan atau postpartum hemorrhage (PPH), yang hingga kini masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia.
“Topik hari ini fokus pada penanganan perdarahan pasca melahirkan karena kasus ini dianggap paling sering menyebabkan kematian ibu,” katanya.
Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 tercatat lima kasus kematian ibu di Kabupaten Malaka. Dari jumlah tersebut, tiga kasus di antaranya disebabkan oleh perdarahan pasca persalinan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






















