LaskarMalaka.com || Pastor Moderator Proki Wemasa, RD. Yustus Nipu, memimpin misa syukur dan mohon berkat bersama para orang tua, kepala sekolah, serta Pelatih dan official tim PS Malaka U-15 yang akan berlaga di Piala Menpora Seri Nasional di Surabaya.
Misa dilangsungkan di Ballroom Hotel Bess Mansion, Surabaya, Jawa Timur, sebagai bentuk ungkapan syukur serta permohonan perlindungan dan penyertaan Tuhan bagi para pemain muda Ps Malaka U-15 selama mengikuti kompetisi nasional.
Ibadah kudus ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Minggu Biasa XXVI, 28 September 2025, yang juga merupakan Peringatan Wajib Santo Wenseslaus, Raja Bohemia dan Martir; Santo Laurensius Ruiz, Martir; dan Santa Eustakia, Perawan, dengan warna liturgi hijau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam homilinya, RD. Yustus menekankan pentingnya iman, sportivitas, dan semangat persaudaraan dalam mengikuti setiap pertandingan. Ia juga mengajak seluruh peserta dan pendamping untuk menjadikan momen ini sebagai kesempatan untuk bersaksi tentang kasih Tuhan melalui olahraga.
Ringkasan Homili – RD. Yustus Nipu, Minggu Biasa XXVI | 28 September 2025 Bacaan Injil: Lukas 16:19–31
Dalam homilinya, RD. Yustus Nipu menekankan pesan utama dari Injil hari ini: perhatian terhadap sesama yang menderita dan pentingnya kepekaan hati. Ia mengajak seluruh umat, khususnya para pemain muda PS Malaka U-15, untuk tidak hanya mengejar kemenangan dan prestasi, tetapi juga membangun hati yang peduli dan rendah hati.
Kisah orang kaya dan Lazarus adalah gambaran kontras antara kemewahan dan penderitaan, antara keegoisan dan kepedulian. Orang kaya itu bukan dihukum karena kekayaannya, tetapi karena ketidakpeduliannya terhadap Lazarus, si miskin yang ada di depan pintu rumahnya. Ia gagal membuka hati dan tangan untuk menolong.
Pesan ini sangat relevan bagi para atlet muda. Dalam kompetisi, bukan hanya kekuatan fisik yang penting, tapi juga kekuatan karakter dan hati yang terbuka terhadap sesama. RD. Yustus mengingatkan bahwa berkat Tuhan tidak hanya dicari melalui doa, tapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam hidup sehari-hari: menghormati pelatih, mendengarkan orang tua, dan menjunjung tinggi sportivitas.**



Ikuti Kami
Subscribe


















