Laskarmalaka.com || Proyek peningkatan jalan di Desa Tafuli, Dusun Biemuti, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka menuai sorotan dari warga.
Jalan sepanjang satu kilometer yang dikerjakan dengan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2024 sebesar Rp180 juta itu kini dalam kondisi rusak, padahal belum genap setahun selesai dikerjakan.
Hendrikus ome salah satu warga Tafuli, menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, pekerjaan peningkatan jalan yang dilakukan asal-asalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tanah di sini rawan longsor, jadi kalau kerja tidak serius pasti cepat rusak. Waktu pekerjaan berlangsung, saya lihat sertu ditumpuk terlalu jarak sehingga pada saat diratakan kelihatan tipis,”ungkapnya.
Dirinya mengaku, Proyek peningkatan jalan tersebut tidak transparan karena tidak dilengkapi papan informasi sehingga tidak diketahui secara jelas CV yang mengerjakan proyek tersebut.
“Pekerjaan ini tidak transparan karena tidak memiliki papan proyek sehingga tidak diketahui siapa yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini, karena yang kami lihat jalan ini hanya divibro sekitar 20 meter dan setelah itu tidak dilanjutkan karena alasan tidak ada air karena vibro membutuhkan air untuk penyiraman sertu,”jelasnya
Dirinya berharap, inspektorat kabupaten Malaka harus jalankan fungsinya dengan baik sehingga hal-hal begini jangan terjadi lagi dikemudian hari.
“Inspektorat harus jalankan fungsinya dengan baik ‘jangan tutup mata’ dengan keadaan ini, jika hal-hal begini tidak ditangani secara serius maka akan terjadi terus,”harapnya
Sementara itu, saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Desa Tafuli, Marta Tafuli ditanya soal Kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut dirinya mengaku swakelola. Ketika ditanya ulang dengan pertanyaan yang sama untuk meyakinkan, ia kembali menegaskan,”Iya”
Terkait kerusakan jalan yang kembali terjadi sebelum satu tahun dikerjakan, Marta menyebut faktor alam sebagai penyebab utama.
“Kerusakan itu karena hujan beberapa bulan terakhir. Di sisi kiri jalan sudah terjadi longsor karena posisi jalan menurun. Saya menilai itu bukan rusak,” jelasnya.**



Ikuti Kami
Subscribe


















