Laskarmalaka.com || Proyek Pekerjaan Pembangunan SPAM jaringan perpipaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2024 dengan nilai kontrak RP. 1.684.672.132.00 (Satu Miliar Enam Ratus Delapan Puluh Empat Juta, Enam Ratus Tujuh puluh Dua ribu, seratus tiga puluh dua rupiah) ini diduga dikerjakan asal jadi.
Kabid Cipta Karya ketika di konfirmasi menyatakan, Pihaknya akan melakukan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan pekerjaan itu memiliki manfaat terhadap masyarakat
“Senin besok kami ke lokasi untuk memastikan bahwa pekerjaan SPAM tersebut punya manfaat Untuk masyarakat, sehingga bisa kita tahu persis masalahnya,” tulis Kabid Yan Manek melalui pesan Whatsap pada Minggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yan Manek menjelaskan, pembangunan SPAM jaringan Perpipaan yang saat ini masih dalam tahap masa pemeliharaan, oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pengecekan untuk segera diperbaiki dalam masa pemeliharaan ini.
“Proyek perpipaan ini dalam tahap pemeliharaan sehingga Kami akan manfaatkan masa pemeliharaan 365 hari kalender ini Untuk memperbaiki,”pungkasnya
Seuai informasi yang dihimpun media ini, Pembangunan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Jaringan Perpipaan ini sudah selesai dikerjakan pada 11 Desember 2024 lalu, tapi hingga saat ini belum digunakan oleh masyarakat desa Barene.
Proyek yang menelan anggaran 1,6 Miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2023-2024 ini diduga ada pembiaran dari kontraktor pelaksana CV.DEMIAN ABADI sehingga masyarakat setempat pertanyakan penggunaannya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















