Laskarmalaka.com || Pemerintah Kabupaten Malaka mendorong perubahan paradigma kebersihan dari kegiatan seremonial menjadi gerakan kolektif masyarakat. Memasuki tahun 2026, desa-desa di Malaka diminta mengalokasikan anggaran khusus untuk pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malaka, Frida Fahik, menyampaikan bahwa keberhasilan program kebersihan sangat bergantung pada keterlibatan langsung masyarakat, bukan hanya aparat desa.
“Kebersihan adalah cerminan kesadaran warga. Desa yang bersih lahir dari partisipasi kolektif masyarakatnya,” kata Frida Fahik di Betun, Sabtu (14/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program Jumat Bersih yang selama ini berjalan dinilai belum cukup jika hanya melibatkan perangkat desa. Oleh karena itu, Bupati Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu menginstruksikan agar seluruh warga terlibat aktif, mulai dari tingkat rumah tangga.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















