LaskarMalaka.com || Malam itu, di sebuah warung kopi bernama D’JOS di sudut Kota Kupang, perbincangan hangat mengalir bersama Robert Enok, salah satu wartawan senior yang telah malang melintang di dunia jurnalisme NTT. Kini menjabat sebagai Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTT dan juga sebagai Pimpinan Redaksi Media Flobamoranews.com ,Andry Bria Pimpinan Redaksi LaskarMalaka.com dan Ferdi Bria Wartawan Bidiknusatenggara.id.
Robert tetap tajam mengamati setiap dinamika, termasuk dunia olahraga terutama sepakbola, yang sejak lama ia cintai.
Topik malam itu tertuju pada geliat sepakbola usia dini di Kabupaten Malaka, yang belakangan ini mencuri perhatian. Sorotan utamanya adalah keberhasilan PS Malaka U13 yang berhasil juara pertama Soeratin Cup NTT 2025 dan lanjut di Piala Soeratin Tingkat Nasional sementara PS Malaka U15 berhasil menembus Piala Menpora Seri Nasional setelah keluar sebagai juara pertama di Piala Menpora Regional NTT , sebuah capaian yang bukan hanya membanggakan daerah, tapi juga menyalakan harapan besar akan masa depan sepakbola NTT. Kupang, 25 September 2025
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anak-anak Malaka punya karakter permainan yang sangat khas,” ujar Robert sembari menyeruput kopi. “Mereka bermain dengan serangan cepat, sangat mematikan, dan itu bukan hal yang bisa dilatih sembarangan itu bakat alami.”kata robert
Robert melanjutkan, bahwa apa yang dimiliki anak-anak Malaka adalah anugerah yang jarang dimiliki daerah lain. Menurutnya, potensi ini akan sangat luar biasa jika mereka mendapat pendidikan yang tepat, dalam hal ini melalui pembinaan yang sistematis lewat Sekolah Sepakbola (SSB).
“Saya tidak bisa bayangkan kalau anak-anak ini diasah dalam wadah SSB, yang punya kurikulum pembinaan, pelatih berlisensi, dan fasilitas pendukung. Bukan tidak mungkin, 5–10 tahun ke depan, klub-klub Liga 1 akan diisi oleh talenta-talenta dari NTT,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Bukan tanpa alasan Robert begitu optimis. Tahun 2025, dominasi anak-anak Malaka di level usia dini begitu kentara. Dominasi ini bukan datang begitu saja, tapi indikator kuat bahwa daerah ini punya sistem pembinaan dasar yang kuat di bawah asuhan Manager dr.Dion Bria Seran, meski belum sempurna tapi sangat potensial.
Menariknya, capaian ini diraih tanpa sokongan infrastruktur pembinaan yang ideal. “Mereka belum punya SSB yang menyebar, tapi sudah begini hebat. Bayangkan nanti Bupati Malaka dan Wakil Bupati Malaka dr.Stefanus Bria Seran dan Henri Melki Simu sudah Buka SSB di 12 kecamatan di Malaka untuk menyokong Program Olahraga Berprestasi di Kabupaten Malaka. Dalam dua-tiga tahun ke depan, saya yakin, kita akan menyaksikan gelombang talenta baru dari timur yang mengerikan,” pungkas Robert dengan senyum penuh harap.
Cerita ini bukan sekadar pujian terhadap bakat anak daerah, tetapi juga sebuah catatan penting, bahwa investasi dalam pembinaan usia dini bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan mutlak jika ingin menjadikan sepakbola sebagai identitas kebanggaan dari bumi Flobamora.**



Ikuti Kami
Subscribe


















