“Capaian anak-anak Malaka yang mampu bersaing di Surabaya dan Yogyakarta membuktikan bahwa arah kebijakan pembinaan sudah tepat. Kita memiliki modal kuat: sembilan SSB, pelatih bersertifikat Akademi Persija, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah. Yang perlu diperkuat adalah konsistensi latihan dan disiplin pembinaan,” jelasnya.
Lambertus Bria juga menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Malaka sebagai mitra strategis pemerintah daerah. DPRD, kata dia, akan terus mendorong alokasi anggaran yang memadai sekaligus melakukan pengawasan agar program olahraga prestasi berjalan sesuai tujuan.
“Kami ingin memastikan pembinaan sepak bola ini berkelanjutan. Mimpi besar kita adalah menjadikan Malaka sebagai kawah candradimuka sepak bola NTT, bahkan nasional. Semua itu dimulai dari kerja serius, latihan teratur, dan komitmen kuat di sembilan SSB,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan fondasi pembinaan yang kian matang dan dukungan lintas sektor, Kabupaten Malaka kini menatap masa depan sepak bola usia dini dengan optimisme tinggi—menjadikan prestasi bukan sebagai kebetulan, melainkan hasil dari sistem yang terencana dan berkesinambungan.
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















