Selain itu, dr.Dion menegaskan hasil tersebut bukan menjadi ukuran utama dari laga uji tanding tersebut. Fokus utama adalah memberikan pengalaman kepada seluruh pemain, termasuk mereka yang belum mendapatkan menit bermain.
“Memang hasilnya PS Malaka kalah 2-0, tetapi itu bukan tim utama. Anak-anak juga kalah secara fisik dan usia dari Sulama Selection. Namun, ini bagus karena anak-anak mendapat pengalaman bertanding,” ujarnya.
Dionisius juga memberikan apresiasi kepada Sulama Selection yang dinilainya telah mempersiapkan tim dengan baik untuk menghadapi laga uji tanding tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, semangat pelatih Sulama Selection dalam membina pemain dan memberikan ruang bagi mereka untuk mendapatkan pengalaman bertanding patut diapresiasi.
“Terima kasih untuk tim Sulama yang sudah kompetitif. Anak-anak PS Malaka U-13 bangga bisa melawan Tim Sulama Selection yang memiliki usia lebih dewasa, tetapi mereka mampu mengimbangi,” katanya.
Menurut dr.Dionisius, pertandingan menghadapi pemain yang lebih dewasa menjadi pengalaman berharga bagi perkembangan pemain PS Malaka U-13.
Laga seperti itu, kata dia, perlu terus dilakukan untuk meningkatkan mental, kemampuan teknis serta keberanian pemain ketika menghadapi lawan dengan usia maupun postur yang lebih matang.
dr.Dion juga mendorong anak-anak Malaka yang memiliki potensi dan prestasi di berbagai turnamen agar mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan melalui Sekolah Sepak Bola (SSB).
dr.Dion berharap para pemain muda tidak berhenti setelah meraih prestasi dalam sebuah turnamen, tetapi melanjutkan latihan secara serius sehingga kemampuan mereka dapat berkembang.
“Anak-anak yang berprestasi ini harus didorong untuk latihan di SSB supaya suatu saat bisa dilirik oleh PS Malaka dan bisa menggapai cita-citanya untuk bermain di PS Malaka,” katanya.
Ia menilai semakin banyak anak-anak yang mengikuti pembinaan di SSB akan semakin baik bagi masa depan sepak bola Malaka. Dengan demikian, PS Malaka memiliki lebih banyak pilihan talenta lokal yang dapat dipersiapkan untuk jenjang kompetisi berikutnya.
Bagi Dionisius, pembinaan sejak usia dini merupakan fondasi penting untuk menjaga kesinambungan prestasi sepak bola Kabupaten Malaka.
Laga uji tanding PS Malaka U-13 dan Sulama Selection pun tidak sekadar menjadi pertandingan untuk mencari kemenangan, tetapi menjadi bagian dari proses panjang membentuk pemain muda yang lebih berani, matang dan siap menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















